Punggung dan pundak kiriku adalah saksi
08:31Rasanya masih sama seperti pertama kali bertemu, hanya lagu nya saja yang berbeda seperti sendu meniti malam.
Begitu lambat namun menyentuh sampai-sampai tangan dan kakiku seperti membeku, hari akan terus silih berganti meski separuh dari diriku telah hilang dikegelapan
Tidak ada kata menyesal telah mengenalnya, hanya senyum yang baik bisa aku ukir untuk terakhir kalinya, tidak ada kebencian yang menghujami hatiku terhadapnya
Karena aku memilih menjadi seorang pria baik yang siap menerima hukuman atas apa yang dulu pernah aku perbuat
Betapa semua Cinta yang diberikan oleh semua orang yang pernah mencintaiku dengan sia-sia aku biarkan berlalu yang akhirnya membuatku benar-benar mengerti apa arti harus kehilangan
Terima Kasih banyak untuk semua waktu yang kamu berikan, hingga aku berani mengambil sebuah keputusan bahwa Cinta adalah pengorbanan, kebesaran hati dan kesabaran.
Punggung, pundak kiriku dan pelukan tanganmu adalah saksi kehangatan rasa sayang yang pernah aku rasakan dari cinta seorang hawa dengan semilir angin yang menerpa wajahku
Selamat membuka lembaran baru dan semoga nasib baik selalu menyertaimu.
0 facebook:
Post a Comment