Melanglang Jiwa

Titian rindu menjeratku pada doa yang pernah tercipta
Merengek sendu berbelas kasih hawa syurga
Kuncup pun datang berharap dihisap lebah madu cinta
Bergulir dalam heningnya malam berbalas rasa

Mengapa tidak kurebahkan saja bunga diatas lembah lembayung
ketika tatap matanya menghujam sanubari melalui asa
Namun seketika denyut jantungnya terhenti pasrah melanglang
Menuntunku lagi pada jalan yang tidak seharusnya

Ingin kubawa sang bunga dalam kelopak bunga cinta
Merengkuh asa yang terlalu dalam menusuk
Hingga pagi datang kusadari mimpimu tidaklah sama
Meski tertawa senyap sendu namun berlalu pergi dalam hujan

Resah melihatnya sendirian memacu waktu yang terus berjalan
Melewati titik hitam aral menghadang
Tapi,
Tenang jiwaku saat bunga berhenti pada tempatnya
Menjalani lagi hari penuh makna meski perih menyayat hatinya
Terpaksa gundah diam membisu
Hidupmu Hidupku kembali berjalan dalam rimbun
Daun yang merambat dalam bising angin
Seolah angin menguasai semuanya

0 facebook:

My Instagram