Reading
Add Comment
Judulnya seperti lagu Dewa 19 yang pernah meledak beberapa tahun lalu, iya.. gue memberikan judulnya emang terinspirasi dengan lagu tersebut.
Karena gue yakin Tuhan mengerti dengan kegelisahan gue, Tuhan tahu isi hati gue, dan gue ngerti skenario yang Tuhan kasih ke gue setiap pagi ketika gue bagun dari tidur, bahwa sudah bukan waktunya lagi gue bisa mendapatkan Cinta yang gue inginkan dengan cara yang mudah.
Ada ritme kehidupan yang begitu anggun untuk sekedar dilewatkan begitu saja, ada proses yang gue nikmatin dari setiap rasa sakit, senang, gembira bahkan marah seperti kekacauan desing petasan yang bertebaran sepanjang jalan, memekakan telinga, yang membuat gue ingin teriak sejadi-jadinya dengan penuh kegilaan! tapi memang seperti itu yang harus terjadi.
Semua orang disekitar gue selalu bilang untuk berhenti, tapi gue tetap kekeuh untuk terus... sekarang gue mau ngasih tahu kesemua orang yang pernah menyuruh gue untuk berhenti tapi gue gak dengerin, kenapa gue gak berhenti saat itu.
Maaf bukan berarti gue gak dengerin, gue malah berterima kasih banyak buat yang sudah mengingatkan, tapi buat gue esensi hidup sesungguhnya itu adalah ketika kamu melakukan sesuatu dan kamu tahu harus diselesaikan nya dengan cara yang epic.
Gue gak ingin membuat sesuatu kemudian lelah ditengah jalan lalu meninggalkannya begitu saja tanpa ada sesuatu yang bisa dikenang dengan ketulusan sepanjang hidup... anggaplah gue kepala batu!!
Dan jika ada seseorang meminta kepadamu dengan sangat baik, apakah kamu begitu jahat sampai-sampai tidak mengabulkannya, padahal kamu bisa melakukannya.
Hidup itu seperti urutan Abjad, seperti nama-nama hari, seperti nama-nama bulan, karena pada akhirnya semua akan kembali ke titik awal, kemudian drama hidup loe akan dimulai kembali, kebanyakan orang akan menjalaninya kembali dengan cara yang sama seperti yang sudah-sudah.
Tapi gue berusaha untuk tidak seperti demikian, karena ketika keadaannya sama, masalahnya sama, gue belajar bagaimana cara memperbaikinya dari apa yang sudah pernah terjadi sebelum-sebelumnya, gue harap pelajaran berarti malam ini adalah yang terakhir, karena ini sudah ke empat kalinya, dan setiap kisahnya sudah gue perbaiki, waktunya gue naik level yang lebih tinggi.
Meskipun semua orang punya cara berbeda dalam berbuat sesuatu pada hidupnya, tapi buat gue yang terpenting adalah bagaimana cara menjalaninya, karena pada dasarnya hidup itu membosankan....
Karena bukankah yang membuat hidup menjadi lebih berwarna adalah ketika harapan datang tidak selalu sesuai dengan yang kita mau, tapi kamu belajar bagaimana menyatukan serpihan-serpihan tersebut menjadi sebuah gambar panorama mengagumkan.
Makan yang kenyang, meski hanya dengan lauk seadanya, Tidur yang nyenyak meski hanya beralaskan tikar dan banyaklah senyum untuk semua orang yang kamu benci, karena mungkin dia bisa menjadi sahabat terbaikmu kelak.
Karena jika kamu bisa mensyukurinya dengan tulus, maka Tuhan akan memperbaikinya, lebih baik dari sebelumnya...., ya.. gue percaya dengan hal itu.
Terima kasih banyak buat Dewa 19 untuk lagu indahnya,
Cerpen
0 facebook:
Post a Comment